Belajar Saham ?, Sopir Taksi ini aja Mampu Raup Rp180 Juta dari Saham

Investasi saham tak melulu jadi ” arena main” pemodal besar. Orang berkantong cekak pun juga bisa berinvestasi di instrumen keuangan ini.

Contohnya seorang driver taksi online ini, Aab Abdullah. Dia memilih investasi saham. Modal awal investasinya juga tipis, hanya sebesar Rp3 juta.

” Kurang lebih 1,5 tahun saya trading saham,” kata Abdullah kepada Dream di Jakarta, ditulis Senin 5 Desember 2016.

Kini, modal sejumput itu telah berkembang. Aset yang dimilikinya menggembung menjadi Rp180 juta. Masya Allah! Bagaimana ceritanya?

Cerita ini berawal dari keingintahuan pria kelahiran 1967 terhadap investasi saham. Waktu itu, dia masih sebagai sopir taksi biasa.

Abdullah menceritakan, dulunya menjadi sopir taksi yang mangkal di depan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia penasaran dengan menabung saham ketika fmelihat spanduk ” Yuk Nabung Saham” yang dipampang di BEI.

Akhirnya, Abdullah bertanya kepada salah seorang penumpangnya.

” Saya tanya tamu saya (maksudnya penumpang), ‘Pak, saham itu apa?’ Lalu, dia sarankan untuk ikut seminar tentang menabung saham,” kata lelaki yang tinggal di Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

Dalam seminar tersebut, ada banyak counter perusahaan efek.  Pria ini pun memilih untuk berinvestasi saham di salah satu perusahaan sekuritas dengan modal awal Rp3 juta. Investasi ini dimulai pada tahun 2015.

engan modal Rp3 juta, Abdullah mulai mencoba-coba investasi saham. Awalnya, dia menempatkan dananya di satu emiten. Ketika itu, saham emiten infrastruktur tengah turun.

” Waktu pertama investasi, saya berpikir, ‘Nggak apa-apalah ilang Rp3 juta’,” kata dia.

Abdullah pun memegang prinsip saat berinvestasi saham, yaitu ” hijau itu jual; merah itu tahan” . ” Merah itu tahan” berarti dia menahan diri untuk menjual saham suatu emiten ketika harga emiten tersebut turun, sedangkan ” hijau, lepas” ini berarti menjual saham suatu emiten ketika harga sahamnya melambung.

Abdullah pun bercerita tentang saham yang dibelinya saat harga turun. Sahamnya yang berada di ” zona merah” pun ditahan. Dia pun menunggu harga saham emiten tersebut naik. Saat tinggi, Abdullah melepas sahamnya sekitar tiga minggu setelah dia trading saham.

” Di situ saya mendapatkan keuntungan sebesar Rp300 ribu dari Rp3 juta. Itu 10 persen (keuntungannya),” kata dia.

Abdullah melanjutkan, berinvestasi saham itu ternyata mudah. Aktivitas perdagangan saham ternyata bisa dilakukan lewat ponsel pintar alias smartphone. Dia juga mengatakan awalnya, dia dibantu oleh perantara perdagangan untuk berinvestasi saham. Kemudian dia pun melakukannya sendiri.

” Saya utak-atik saja,” kata dia.

sumber : dream.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *