Modal 30jt bisa meraup Omset Milliaran/bln !!! Ini Usahanya

Belajar Import – Saat tinggal di Jepang untuk mengikuti sang ayah yang bertugas di sana,  Di sana ia berkenalan dengan berbagai siswa dari mancanegara. Di kelas angkatannya, kebetulan ada banyak siswa yang berasal dari wilayah Skandinavia. Saya senang mendengar cerita seputar kebudayaan orang-orang Skandinavia,” ujarnya.

Salah satu budaya yang mencuri perhatiannya adalah tradisi memakai clog atau kelom. Sebenarnya tradisi memakai kelom bukan hanya milik orang Skandinavia. Di Jepang dan Indonesia juga ada. Di Jawa, kelom disebut dengan teklek.

Karena suka dengan alas kaki kelom, ia pun bertekad untuk menciptakan produk kelom dengan inovasinya sendiri. Selain karena minat, Nadia mengaku mempunyai feeling yang sangat kuat terhadap bisnis kelom. 

Untuk mewujudkan bisnis yang diimpikan, Nadia mengumpulkan modal sebanyak Rp 30 juta untuk membeli bahan baku serta membayar pengrajin. Kelom rancangan Nadia memang bukan seperti desain kelom pada umumnya. Ia mendesain kelom dengan sentuhan Eropa, yakni kayu dipadupadankan dengan material kulit. Menurut Nadia, rancangannya ini belum pernah ada di Indonesia sebelumnya.

Selain pasar lokal, Nadia juga menyasar mancanegara dengan memasarkan produk melalui toko online internasional seperti www.alibaba.com. Selanjutnya, ia juga mendapatkan permintaan dari supplier di Denmark, Belanda, dan Yunani, yang meminta 100-200 pasang kelom. Bahkan sebuah butik di Amerika Serikat rutin memesan kelom sebanyak 100 pasang setiap bulannya.

Sumber : Kompas.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *