Peluang Emas Bisnis Ekspor Impor

Saat ini perkembangan ekonomi melaju sangat pesat. Banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi elemen-elemen ekonomi sehingga perubahan menjadi suatu hal yang tidak dapat dihindari. Perubahan dalam hal ini bukanlah selalu berkonotasi negatif, melainkan juga dapat berarti positif. Dalam konteks ekonomi, perubahan seperti sistem ekonomi, kebijakan-kebijakan, perilaku pasar dan faktor pendukung lainnya patut dicermati, karena hal ini bukanlah menjadi ancaman melainkan menjadi suatu peluang.

Salah satu faktor yang baru-baru ini juga ikut mempengaruhi bagaimana ekonomi Indonesia berikutnya berjalan adalah faktor kebijakan. Pemerintah telah menyetujui terjalinnya hubungan sesama anggota negara Asia Tenggara (ASEAN) di bidang ekonomi atau lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang telah dimulai sejak awal tahun 2016 ini.

Implikasi dari dibukanya pintu ekonomi sesama anggota ASEAN ini akan menciptakan iklim bisnis yang akan semakin bebas. Alur perdagangan antar negara ASEAN juga menjadi lebih masif, dengan Indonesia sebagai salah satu pesertanya. Hal ini tentunya berhubungan langsung dengan sektor ekspor dan impor. Dengan adanya perjanjian ini, lalu lintas keluar dan masuk barang akan semakin dipermudah, baik dari segi persyaratan, prosedur dan sebagainya.

Dengan begitu, peluang bisnis di sektor ini akan sangat besar dan pastinya akan menguntungkan bagi pelakunya. Berikut beberapa data yang menggambarkan Peluang Emas Bisnis Ekspor Impor, yang telah ditambahkan dengan perjanjian ekonomi terbuka negara Indonesia.

Ekspor

Negara Indonesia kaya akan sumber daya alam. Terutama hasil tambang dan hasil pertanian. Hasil tambang dan hasil pertanian, digunakan sebagian untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Sebagian lagi dikirimkan ke luar negeri, yang menjadi berguna untuk mencukup kebutuhan negara lain. Beberapa komoditas yang dikirmkan tersebut, lazimnya terdiri dari dua macam komoditas inti, yaitu:

Barang migas

Untuk barang berupa migas, komoditas yang dikirimkan ke luar negeri terdiri dari minyak dan gas bumi. Indonesia memang memiliki citra sebagai salah satu negara yang memiliki sumber daya minyak dan gas yang sangat melimpah. Tidak heran perusahaan-perusahaan minyak besar seperti Shell, Total, dan Chevron memilih Indonesia sebagai salah satu ladang produksi minyak mentah mereka.

Jika dapat dikelola dengan baik, pengiriman produk migas ke luar negeri akan memberikan keuntungan sangat besar kepada pelaku dan juga negara, karena umumnya minyak digunakan sebagai bahan bakar utama untuk mesin-mesin produksi di berbagai industri. Hal ini juga lah yang menyebabkan harga minyak bumi dunia menjadi fluktuatif. Indonesia sendiri, saat ini juga merupakan salah satu negara eksportir minyak bumi yang tergabung dalam himpunan bernama OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries).

Barang non-migas

Untuk barang non-migas, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang sangat potensial. Beberapa hasil industri yang dikirimkan keluar negeri dan juga memberi keuntungan yang sangat besar adalah komoditas yang meliputi produk seperti rokok, kertas, suku cadang telekomunikasi, tekstil dan pakaian jadi, semen, pupuk, kayu lapis, kerajinan kulit, ukir-ukiran, dan anyaman rotan. Selain itu, terdapat juga barang komoditas dari perkebunan seperti tembakau, teh, karet, kelapa sawit, kopra, lada, cokelat, kopi, cengkih, pala, rotan, kayu, dan juga damar.

Dari sektor maritim, negara kita juga ternyata melakukan pengiriman berbagai komoditas, meliputi udang, ikan segar, dan ikan kaleng. Melihat banyaknya komoditas di Indonesia yang sudah terbukti nilai jualnya yang begitu besar, maka sektor ini menjadi pilihan yang tepat bagi anda. Yang perlu anda perhatikan adalah regulasi mengenai batasan barang yang dapat dikirim, agar usaha anda tidak terjerat masalah di bagian bea dan cukai.

Impor

Selain pengiriman barang ke luar negeri, Indonesia juga masih melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya. Hal ini harus dilakukan untuk mendukung proses produksi berbagai industri di dalam negeri. Barang-barang yang masih butuh dikirimkan ke dalam Indonesia, meliputi barang elektronik (televisi, radio, lemari es, dan lain-lain), barang otomotif (mobil, motor, kapal, suku cadang), dan sebagainya. Tetapi, proses ini sebenarnya memberikan keuntungan tersendiri bagi pemerintah, karena Indonesia mendapatkan pembayaran biaya bea masuk, pajak barang mewah, dan sebagainya.

Lini usaha ini juga dapat menghasilkan potensi yang sangat besar, yaitu lewat hubungan kerjasama antara perusahaan luar negeri yang ingin memasukkan produknya ke Indonesia dengan perusahaan dalam negeri. Penghasilan yang dihasilkan lewat sektor ini juga sangat dan dapat menjadi pilihan bagi anda yang bingung mencari ide usaha yang sesuai.

Indonesia sebagai salah satu negara yang besar dan memiliki banyak sekali sumber daya alam dan manusia memang menjadi negara idaman bagi banyak pengusaha dan juga investor. Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, pemerataan penghasilan dan juga pembangunan yang sedang digenjot oleh pemerintah, juga menjadi salah satu faktor mengapa Indonesia mempermudah proses dari orang yang ingin menggeluti usaha ini, khususnya yang berhubungan dengan regulasi keluar masuk barang ke dalam dan juga keluar negeri.

Oleh karena itu, bagi anda para pengusaha yang jeli dengan potensi yang super besar ini, bisa mulai mencoba terjun ke dalamnya. Siapa tahu, bi snis ini dapat menjadi jalan anda untuk sukses. Selamat mencoba.

sumber : uangteman.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *